Pasca Panen Bawang Putih

Pasca Panen Bawang Putih

Pertanian - Beberapa varitas telah dikembangkan baik untuk dataran tinggi dan dataran rendah. Lembu putih (dataran rendah). Gombloh dan Layur (dataran tinggi), Lembu hijau dan kuning dengan ketinggian sedang. Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan jenis rempah yang penting.

Beberapa jeis bawang putih memproduksi bunga tetapi tidak ada yang menghasilkan biji. Setiap umbi bawang putih dapat berisi sekitar 10 siung, yang terbungkus oleh membran yang putih.

Pasca Panen Bawang Putih

Ada dua jenis bawang putih yaitu tipe jero dan tipe dalam, jenis yang dalam berwarna sedikit pink, atau coklat pink. Negara penghasil utama bawang putih adalah Cina, Spanyol, Mesir, Thailand, Republic Korea dan India. Keruskaan dan kehilangan banyak terjadi selama penyimpanan dan pemasaran, yang disebabkan oleh penyakit dan pembusukan umbi oleh Aspergillus, Fusarium polani (dry rot). Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh Penicillium sp., Blue mold rod, dimana umbi menjadi lunak atau gembus. Pasca Panen Bawang Putih Untuk Bisnis

Cara penanganan dan menentukan indeks kematangan serta kuring yang dilakukan pada bawang putih kurang lebih sama dengan yang diterapkan pada bawang bombay. Umbi bawang putih siap dipanen sekitar 100 sampai 140 hari setelah penanaman. Sebelum dipanen bedengan tanah dapat diangkat ke atas dengan horizontal cutter, sehingga proses pencabutan dapat lebih mudah dilakukan.

Biasanya pencabutan dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman. Kuring umbi dilaksanakan dengan memberikan di lapangan selama 1 sampai 2 minggu.

Penyimpanan Dingin
Bawang putih dapat disimpan dengan hasil baik pada berbagai tingkat suhu. Tetapi akan cepat mengalami perkecambahan bila disimpan pada suhu 4.4 0C. penyimpanan pada kelengasan udara yang rendah akan mencegah perkecambahan kapang dan pertumbuhan akar. Penyimpanan secara besar-besaran dapat dilakukan pada suhu 0.6 – 0 0C dan RH 70 persen atau kurang dapat disimpan minimal 6 – 7 bulan. Suhu tinggi (26.7 – 32.2 0C) dapat pula digunakan untuk menyimpan bawang selama 1 bulan atau kurang.

Suhu penyimpanan yang harus dihindari adalah suhu antara 4.4 sampai 18.3 0C, dimana pada shu tersebut bawang akan dapat berkecambah dan RH tinggi akan merangsang pertumbuhan akar dan kapang. Bawang putih dapat disimpan selama 3 sampai 4 bulan bila dilakukan dengan ventilasi yang baik.

Bawang putih harus mengalami kuring yang sempurna sebelum disimpan, karena kuring yang tidak sempurna akan menghasilkan pembusukan, terutama bila dilakukan pada suhu di atas 0 0C. Bila bawang putih akan disimpan lebih dari 36 minggu, sebaiknya disimpan pada 0 0C dengan RH 65 persen, kehilangan selama penyimpanan mencapai 12.6 persen.

Penggunaan Kimia
Penyemprotan bawang di lapangan dengan campuran Bordeaux (4 : 4 : 50) atau Ferbam dan Naban akan banyak mencegah pembusukan (dry rot) selama penyimpanan.

Irradiasi
Bawang putih dapat diirradiasi dengan dosis 2 krd sinar gama, dapat digunakan dari selesai dipanen sampai 8 minggu, dapat menghambat percambahan secara efektif, mengurangi jumlah berat yang hilang, Pengolahan Bawang Bubuk Seperti halnya bawang merah dan bawang bombay, bawang putih dapat diolah sehingga menjadi bawang kering (flake), atau butir-butir (granular) atau dalam bentuk bubuk. Bawang putih kering lebih rendh kadar airnya bila dibandingkan bawang bombay.

Di pabrik bawang putih tersebut dikeringkan pada aliran udara yang tidak dipanaskan untuk memudahkan pemisahan bagian umbi. Melalui alat rubber roll yang besar, umbi dipecah menjadi siung-siung tanpa merusak isi bawang, dan diikuti dengan penguapan kulit tipis. Pemisahan kulit tipis dilakukan dengan air, kulit-kulit akan mengapung. Kemudian bawang-bawang putih diiris-iris tipis dengan pisau berputar dan ditebarkan secara otomatis pada tatanan atau pada ban berjalan dengan alas berlobang-lobang untuk segeri dikeringkan sampai kadar 8 persen pengeringan secara perlahan dilanjutkan dalam lantai penjemur (43.3 – 48.9 0C) sampai kadar air kurang dari 6.5 persen.

Produk akhir dapat berbentuk powder atau free flowing powder bawang putih untuk digunakan di restoran, hotel dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan bubuk yang tetap mudah mengalir dan tanpa menyerap air bawang powder perlu ditambahkan dengan 2 persen calsium stearat.

Industri Minyak Bawang Putih
Sebagai bahan industri, bawang putih memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi bila dikonsumsi sebagai bumbu. Nenek moyang kita menganjurkan untuk menelan satu siung bawang putih per minggu setelah makan siang untuk mengembalikan gairah bagi orang yagn sedang lesu. Nampaknya bawang putih memiliki khasiat istimewa.

Di dalam kitab suci orang Mesir, Kerodutus (11.125) menceritakan adanya tulisan yang tertera pada dinding pryramida cheops. Di dalam tulisan tersebut dinyatakan bahwa para pekerja pembangunan pyramida harus mengkonsumsi bawang putih dalam jumlah besar agar memiliki kekuatan, staminas dan daya tahan tubuh yang tinggi. Orang Bulgaria sangat tinggi konsumsi bawang putihnya, apakah itu hubungannya dengandan dapat memperpanjang masa simpan sampai 1 tahun. Tetapi bila irradiasi dilakukan setelah 8 hari lepas panen, penghambat percambahan tidak akan terjadi banyaknya orang yang berusia panjang (lebih dari 90 tahun) serta tubuh yang besar-besar masih terus dibuktikan.

Dengan informasi mengenai adanya khasiat bawang putih tersebut, timbullah berbagai industri pengolahan bawang putih. Di Rusia dapat diperoleh dalam pasaran pil bawang putih dalam bentuk pil dengan nama allicin. Di India dan beberapa negara lain telah diproduksi secara besar-besaran “garlic pearl”, yang isinya garlic oil dalam gelatin capsul.

Minyak volatil dari bawang putih hanya kurang dari 0.2 persen dari bawang putih segar. Dapat diekstraksi dengan cara destilasi dari cacahan bawang putih, hasilnya berwarna coklat kekuning-kuningan dan baunya kuat merangsang tidak enak, dengan komposisi 60 persen diallyl disulfida, 20 persen diallyl trisulfida dan 6 persen allyl propyl disulfida.

Bau bawang putih disebabkan dalam allyl disulfida minyak bawang putih secara komersial dapat dibeli dengan kekuatan penuh (100 persen = tidak diencerkan). Kekuatan 200 kalo lebih besar dari bawang kering atau 900 kali lebih besar dari bawang putih segar. Di pasaran dapat pula diperoleh yang telah diencerkan dengan minyak nabati pada konsentrasi 5 persen, 10 persen dan seterusnya. Di samping minyak bawang putih, juga ada oleoresin baik dalam dispersi air maupun dalam larutan minyak.

Manfaat Bawah Putih Mentah Untuk Kesehatan

Manfaat Bawah Putih Mentah Untuk Kesehatan

Kesehatan - Kondisi paling segar nutrisi bawang putih bisa bekerja dengan Optimal, Berbagai Manfaat bawang putih sudah dijelaskan sebelumnya. Mungkin cara makan bawang putih ini tidak biasa bagi Anda, tapi mengolah bawang dengan memasaknya justru akan menghilangkan berbagai nutrisi penting. Namun jika tidak ingin terus-terusan makan yang mentah, tidak apa juga untuk menyelinginya dengan memasukkan bawang putih ke dalam masakan sehari-hari.

Manfaat Bawah Putih Mentah Untuk Kesehatan

Boleh makan berapa banyak bawang putih mentah dalam sehari? Jika Anda tergolong sehat walafiat dan tidak memiliki masalah kesehatan serius,University of Maryland Medical Center membolehkan Anda makan 1-4 siung bawang putih mentah setiap hari.

Makan bawang putih lebih dari satu siung per hari mungkin bisa memperparah kondisi orang yang punya gangguan pencernaan parah. Selain itu, orang yang memiliki alergi, tekanan darah rendah, asma, bisul, atau masalah tiroid juga disarankan untuk lebih dulu konsultasi ke dokter sebelum makan bawang putih.

Sama halnya apabila Anda saat ini sedang mengonsumsi obat berikut:
➧ Isoniazid (Nydrazid)
➧ Pil KB
➧ Cyclosporine
➧ Obat untuk HIV/AIDS
➧ Obat antinyeri NSAID
➧ Obat pengencer darah (Warfarin)

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan ini, batasi jumlah bawang putih yang Anda konsumsi agar tidak terjadi interaksi yang merugikan. Sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter apakah aman makan bawang putih saat sedang menggunakan obat medis.

Tips mengusir bau mulut setelah makan bawang putih
Meski berpotensi baik buat kesehatan, bawang putih juga berbahaya apabila kebanyakan dikonsumsi. Bumbu dapur ini dapat menyebabkan mulut terasa panas, diare, mual dan muntah, hingga bau mulut dan bau badan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Tips menghindari Bau Mulut, karena makan bawang putih mentah
➧ Cuci bersih siung bawang putih mentah dengan air dingin yang mengalir
➧ Konsumsi bawang putih mentah bersama daun seledri atau kemangi agar aroma bawangnya tidak terlalu tajam
➧ Minum segelas susu rendah lemak atau makan yogurt tanpa rasa setelah mengonsumsi bawang mentah
➧ Sikat gigi dan berkumur dengan cairan pembersih mulut sampai bersih seusai makan bawang putih mentah

Bagaimana Menyimpan bawang Putih Biar Tahan Lama

1. Simpan di kulkas
Menyimpan dikulkas itu sudah pasti, Menyimpan bawang putih di tempat terbuka akan membuatnya jadi lembap sehingga akhirnya muncul tunas baru. Baiknya simpan bawang putih yang sudah dikupas dan dicuci bersih dalam wadah kedap udara. Masukkan ke dalam kulkas atau freezer. Kalau bawang putih sudah muncul tunas, baiknya tanam bawang di dalam pot kecil berisi tanah, dan biarkan tumbuh.

2. Dihaluskan dulu baru disimpan di kulkas
Anda dapat menghaluskan beberapa siung bawang putih dengan blender atau food processor, lalu  simpan dalam wadah kedap udara. Kemudian, simpan di dalam kulkas. Cacahan bawang putih ini bisa menghemat waktu memasak Anda nantinya. Selain lebih praktis, bawang putih yang sudah dihaluskan juga lebih awet dibanding bawang utuh yang disimpan di suhu ruangan.

3. Rendam dalam minyak zaitun
Cara selanjutnya adalah dengan merendam bawang putih dengan minyak zaitun. Pertama, kupas dulu bawang putih dan cuci bersih, kemudian simpan dalam wadah. Setelah itu tuang minyak zaitun hingga semua bawang tenggelam di dalamnya. Tutup rapat dan masukkan wadah dalam kulkas.

Minyak zaitun yang terserap dalam bawang itu nantinya akan ikut memperkaya rasa masakan Anda. Selain itu, minyak rendaman yang kini menyisakan rasa bawang dapat digunakan sebagai saus atau dressing salad.

Ingat, simpan bawang putih dan minyak zaitun di kulkas, jangan di suhu ruangan. Bawang putih yang disimpan dengan cara ini biasanya bisa tahan sekitar 3 minggu. Bila sudah lebih dari 3 minggu, buang dan ganti dengan bawang putih segar dan minyak zaitun baru. Sumber : hellosehat.com

Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan

Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan

Kesehatan - Di dalam bawang putih diperkirakan ada dua komponen penting yang menjadi khasiat bawang putih tersebut yaitu, disamping allicin yang bekerja sebagai pemberantas penyakit, tiga kelompok yaitu kelompok pertama yaitu tanpa diberi apa-apa, kelompok kedua diberi vitamin dan kelompok ketiga diberi scordinin. Penilaian diukur dari lama waktu kemampuan berenang tanpa istirahat. Ketahui Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan
Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan

Hasilnya ternyata bahwa tikus yang diberi makan scordinin dapat mencapai 3 kali lebih lama berenangnya daripada yang tidak diberi apa-apa. Semakin tinggi kadar scordinin yang dikonsumsi, semakin lama tikus tersebut tahan berenang. Hal ini berarti bahwa scordinin ada sangkut pautnya dengan proses metabolisme tubuh terhadap stamina badan.

Apa kandungan nutrisi bawang putih?
Bawang putih adalah umbi-umbian dengan nama latin Allium sativum. Bawang berwarna putih ini masih termasuk dalam keluarga tanaman amarilis (Amaryllidaceae), dan bersaudara dengan daun bawang dan bawang merah. Berambang putih adalah umbi siung asli budidaya Asia Tengah, tapi juga tumbuh liat di Italia dan daerah selatan Perancis.

Dalam satu buah bawang putih biasanya terdapat 1-10 siung. Setiap siungnya itu sendiri memiliki berat sekitar 6-8 gram. Maka, per 100 gram berambang putih kira-kira mengandung:
➧ 4 kalori
➧ 1 gram karbohidrat
➧ 0,2 gram protein
➧ 0,1 gram serat
➧ 0,1 miligram mangan (setara dengan 3% kebutuhan harian tubuh)
➧ 0,9 miligram vitamin C (setara dengan 2% kebutuhan harian tubuh)
➧ 5,4 miligram kalsium (setara dengan 1% kebutuhan harian tubuh)
➧ 0,4 mikrogram selenium (setara 1 persen% kebutuhan harian tubuh)
➧ sederet antioksidan seperti  flavonoid, oligosakarida, dan asam amino.

Berambang putih juga diperkaya oleh senyawa sulfur aktif seperti alliin, allyl propyl disulfide, dialil disulfida, dan dialil trisulfida. Ketika bawang putih mentah dikunyah dalam mulut, zat-zat sulfur tersebut akan bereaksi membentuk allicin.

Beberapa Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan
1. Bisa Menurunkan kolesterol
Bawang putih telah lama dianggap sebagai salah satu makanan terbaik untuk mencegah kolesterol tinggi. Sebuah penelitian terdahulu yang dimuat dalam Journal of Postgraduate Medicine melaporkan makan sekitar 10 gram bawang putih mentah (1-2 siung kecil) setiap hari berhasil menurunkan kolesterol cukup drastis dalam dua bulan.

Temuan tersebut juga diperkuat oleh beragam studi yang lebih terkini. Salah satunya adalah studi yang dimuat dalam International Journal of Medical Science and Public Health tahun 2016. Tim peneliti dari  India awalnya meminta 50 orang yang punya kolesterol tinggi untuk rutin makan 3 gram bawang putih mentah satu kali setiap hari. Setelah 90 hari masa percobaan, seluruh partisipan tersebut mengalami penurunan kolesterol yang cukup banyak, yaitu sekitar 10-13 persen.

Peneliti menemukan manfaat ini berasal dari kandungan allicin dalam bawang putih. Uniknya, allicin hanya akan diproduksi oleh bawang putih ketika siungnya dipotong, ditumbuk (uleg), atau dihancurkan dengan cara dikunyah. Allicin menghambat enzim yang berperan dalam pembuatan kolesterol.

2. Mengendalikan tekanan darah
Jika Anda termasuk orang yang berisiko atau sudah terdiagnosis hipertensi, menjaga pola makan adalah salah satu kunci agar tetap sehat. Nah dari sekian banyak makanan sehat yang ada, bawang putih bisa jadi andalan Anda.

Ya! Potensi manfaat bawang putih untuk menurunkan tekanan darah telah lama dikenal sebanding dengan obat hipertensi generik. Sebuah penelitian dari Pakistan Journal of Pharmaceutical Sciences melaporkan bahwa efek penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sehabis makan bawang putih mentah hampir sama dengan obat atenolol.

Lagi-lagi, manfaat ini berasal dari kandungan allicin yang hanya bisa didapat ketika siung bawang putih mentah dikunyah, diuleg, atau dipotong. Cara ini membuat allicin lebih mudah diserap dan digunakan oleh tubuh.

Selain itu, bawang putih juga mengandung polisulfida yang bekerja memperlebar pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah.

3. Dapat Menyehatkan jantung
Kabar baiknya, bawang putih juga berpotensi baik untuk mencegah risiko penyakit jantung. Bawang putih telah dikenal sebagai pengobatan tambahan dalam menurunkan kolesterol dan tekanan darah, yang pada akhirnya mengurangi risiko aterosklerosis.

Uniknya, manfaat yang paling konsisten ditunjukkan oleh ekstrak dari bawang putih yang dikeringkan (aged garlic). Merangkum sejumlah penelitian, ekstrak aged garlic mengurangi penumpukan plak lunak dan mencegah pembentukan plak baru di arteri.

Penelitian dari Journal of Nutrition yang menggunakan aged garlic juga menunjukkan efek penurunan kadar kalsium serta protein C-reaktif dalam arteri koroner. Endapan kalsium dalam arteri koroner adalah tanda adanya penumpukan plak yang dapat mempersempit atau menyumbat arteri. Sementara protein C-reaktif adalah protein khusus yang memicu peradangan.

Dua kondisi di ataslah yang kemudian memicu aterosklerosis. Ketika aterosklerosis terjadi, Anda akan lebih rentan terhadap serangan jantung atau stroke.

4. Menurunkan risiko kanker
Manfaat menguntungkan dari bawang putih telah dikenal selama berabad-abad.

Melansir dari National Center for Biotechnology Information, bukti penelitian sejauh ini menunjukkan kaitan antara konsumsi bawang putih rutin dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker. Termasuk kanker perut (lambung, usus besar, dan usus kecil), kanker kerongkongan, kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker prostat.

Bawang putih mentah kaya akan kandungan sulfur aktif yang mencegah pembentukan sel kanker dan menghambat penyebarannya dalam tubuh.

5. Menjaga Kesehatan Otak
Ternyata makan bawang putih tidak cuma bermanfaat untuk kesehatan jantung, tapi juga otak.

Sebuah tim peneliti dari Universitas Missouri menemukan bahwa turunan karbohidrat dalam bawang putih yang dikenal sebagai FruArg melindungi sel-sel otak terhadap efek penuaan dan penyakit. FruArg dilaporkan mengurangi kadar oksida nitrat yang diproduksi oleh sel mikroglia di dalam otak selama melawan peradangan dan stres oksidatif.

Di satu sisi, peran sel mikroglia sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem saraf. Namun, semakin lama sel mikroglia melawan peradangan akan semakin banyak memproduksi oksida nitrat. Kadar oksida nitrat yang berlebihan telah lama dikaitkan sebagai penyebab kerusakan sel otak.

Nah untungnya, FruArg dalam bawang putih bisa memperbanyak sel mikroglia tanpa memicu peningkatan kadar oksida nitrat dalam otak. Ini artinya bawang putih menawarkan manfaat perlindungan bagi sel-sel otak dengan membuatnya lebih kebal terhadap risiko penyakit neurologis, seperti demensia dan Alzheimer.

6. Mengatasi jerawat
Jangan menyerah dulu jika seribu satu cara menghilangkan jerawat sudah Anda coba tapi tidak ada yang berhasil. Stok bawang putih di dapur mungkin bisa jadi solusinya.

Berbagai studi membuktikan bahwa allicin memiliki sifat antibakteri, antijamur, antivirus, dan antiseptik yang membantu membunuh kuman penyebab jerawat. Berbagai sifat ini turut membantu meredakan pembengkakan dan peradangan kulit, serta meningkatkan sirkulasi darah untuk mencerahkan rona kulit.

Bawang putih juga mengandung vitamin dan mineral lain yang dipercaya dapat membasmi jerawat. Mulai dari vitamin C, vitamin B-6, selenium, tembaga, dan seng yang bermanfaat untuk mengendalikan produksi minyak berlebih.

7. Memperkuat tulang
Tahukah Anda selain kalsium dan vitamin D, flavonoid termasuk dalam komponen gizi yang paling potensial untuk meningkatkan kesehatan tulang?

Merangkum hasil temuan studi dalam Journal of Nutrition in Gerontology and Geriatrics, flavonoid berpotensi meningkatkan pembentukan tulang sementara memperlambat proses pengeroposan mineral tulang. Nah dari keluarga bawang, bawang putih dan daun bawanglah yang ditemukan paling efektif menghambat proses perapuhan tulang.

Sebuah penelitian pada tikus lab juga menemukan bawang putih bermanfaat mencegah pengeroposan tulang setelah operasi pengangkatan indung telur (oophorectomy).

8. Melawan radang, pilek, dan batuk
Bawang putih adalah salah satu obat alami untuk memperkuat daya tahan tubuh. Senyawa aktif allicin yang terdapat pada bawang putih terbukti ampuh membunuh berbagai kuman penyebab penyakit umum, seperti pilek dan flu, batuk, dan radang tenggorokan.

Jika Anda sakit, makan bawang putih dapat mengurangi keparahan gejalanya dan membantu Anda lebih cepat sembuh. Berbagai penelitian juga melaporkan bahwa rutin makan bawang putih mentah mengurangi risiko jatuh sakit akibat tertular penyakit-penyakit umum di atas.

9. Mengatasi rambut rontok
Siapa sangka manfaat makan bawang putih mentah bisa mengatasi masalah rambut rontok?

Pada alopecia atau kebotakan yang disebabkan oleh penyakit autoimun, bawang putih mentah bisa memperkuat dan mendorong pertumbuhan rambut di kulit kepala. Beberapa orang bahkan mengoleskan minyak bawang putih di kepala untuk mencegah kebotakan.
Bawang Putih Sebagai Anti Kanker

Bawang Putih Sebagai Anti Kanker

Kesehatan - Berdasarkan penelitian secara epidemiologis yang dilakukan di negeri Cina pada tahun 1986, dibuktikan bahwa dari perbandingan terhadap desa yang penduduknya mengkonsumsi bawang putih secara intensif, diperoleh penderita kanker dari masingmasing populasi adalah 3 per 100 ribu dan 40 per 100 ribu orang. Manfaat Bawang Putih Untuk Kanker!!

Bawang Putih Sebagai Anti Kanker

Penelitian mengenai kemampuan inhibisi bawang putih terhadap sel tumor telah dilakukan sejak tahun 1949 oleh Von Euler dan Lindman, yang membuktikan bahwa aliin murni dapat menghambat pertumbuhan tumor yang diinduksi benzo(a)pirene. Kandugan sulfur yang tinggi pada bawang putih diduga memberi pengaruh pada mekanisme detoksifikasi, yaitu dengan mendukung kerja enzim glutation peroksidase.

Efek dialil sulfida (lipofilik) dan S-alil sistein (larut air), yang dimurnikan dari bawang putih terhadap hewan model karsinoma yang diinduksi oleh dimetil hidrazin (DMH) telah diteliti dengan hasil yang memuaskan. Dialil sulfida yang diberikan secara oral dengan dosis 200/mg/kg/hari dapat menurunkan tumor 75 % sedangkan S-alil sistein dengan dosis 400 mg/lh/hari mengurangi tumor hingga 50 %.

Mekanisme yang terjadi berhubungan dengan induksi glutation-S-transferase pada hati dan penghambatan spesifik sitokrom-P 450. Senyawa dialil sulfida, dialil sulfoksida dan dialil sulfon diduga juga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi sitokrom-P 450 dan detoksifikasi dan inhibiso tumor yang diinduksi dimetil hidrazin dan N-nitrosodimetilamin. Ekstrak bawang putih dalam air maupun dalam etanol dan senyawa S-alilsistein dinyatakan dapat mengubah aktifitas karsinogen dan juga terbukti mampu menghambat karsinogenesis yang diinduksi secara kimiawi dengan cara mereduksi terbentuknya ikatan DMBA (7,12-dimetilbenzena antrasena) dengan DNA.

Sel tumor yang mengalami prainkubasi dengan komponen bawang putih dapat berubah sifatnya menjadi non tumorigenik, yang disebabkan terganggunya metabolisme sel tumor yang diinaktifasi oleh enzim sulfihidril atau karena ultrastruktural tertentu dari sel tumor rusak. Injeksi bawang putih secata intratumoral pada kandung kemih hewan percobaan terbukti mengurangi insiden dan ukuran tumor, hal ini diduga karena bawang putih selain mengganggu metabolisme sel timor juga merangsang makrofag dan limfosit untuk untuk menyerang sel tumor. Ekstrak bawang putih dibuktikan memberi pengaruh penghambatan terhadap pertumbuhan sel kanker SV 40 yang dikultur untuk mentransformasi sel firoblas manusia. Komponen yang diisolasi dari ekstrak bawang putih seperti dilil tiosulfonat, alil metil tiosulfonat, metul alil tiosulfonat, ajoene, aliin, deoksialiin, dialil disulfida dan dialil trisulfida terbukti toksik terhadap alur sel HeLa dan sei vero.

Telah dilaporkan pula bahwa bawang putih mentah dan kapsul kiolik mampu meningkatkan aktifitas Natural Killer. Demikian pula dengan fraksi tiosulfonat bawang putih, pada konsentrasi 0.2 mg/ml dapat meningkatkan aktifitas sel NK hingga 36 %. Selain itu larutan ekstrak bawang putih dan fraksi polar bawang putih juga mampu meningkatkan produksi IL 1 dan IL 2.

Komponen Bioaktif Bawang dan Khasiatnya

Komponen Bioaktif Bawang dan Khasiatnya

Pertanian - Bawang (Allium sp) merupakan salah satu genus tanaman dalam famili Liliaceae yang memiliki lebih dari 500 spesies. Tanaman bawang diduga berasal dari Asia Tengah, Asia Barat dan Mediterania yang kemudian diusahakan secara meluas di daerah Asia yang beriklim tropis. Di wilayah selatan yang beriklim empat musim juga diusahakan penanaman bawang, terutama bawang bombay pada musim dingin atau musim gugur.

Komponen Bioaktif Bawang dan Khasiatnya

Bawang-bawangan juga merupakan tanaman yang populer di Indonesia. Di Indonesia bawang bawangan dikelompokkan dalam golongan tanaman sayur-sayuran. Beberapa jenis bawang yang telah diusahakan budidayanya secara meluas di Indonesia adalah bawang putih (Allium sativum L.), bawang merah (A. cepa L. var. aggregatum), bawang prei (A. ampeloprasum L. var. porrum), bawang daun (A. fistulosum L.).

Baca : Komponen Bioaktif Bawang Putih

Tanaman dari genus Allium sp. mempunyai karakter bau bersulfur yang khas. Sejumlah komponen sulfur yang menarik perhatian merupakan dasar dari bau khas bawang-bawangan yang sekaligus memberikan efek biologis lainnya.

Bau khas bawang baru akan muncul bila jaringan umbi batang terluka. Melakukan penelitian pada bawang putih dan menemukan bahwa substrat yang terkandung dalam jaringan tanaman akan berubah menjadi allisin melalui reaksi enzimatis. Enzim yang bekerja pada reaksi ini dinamakan alliinase sesuai dengan substrat yang dirubahnya ditambahkan akhiran–ase. Allisin yang terbentuk ini bersifat kurang stabil sehingga segera terurai secara kimiawi menjadi komponen-komponen volatil yang memberikan bau khas pada bawang putih. Pada Allium cepa juga ditemukan adanya alliin ((+) S-(1- propenil)-L-sistein sulfoksid) dan enzim allinase yang memungkinkan terjadinya reaksi yang sama dengan Allium sativum.

Mekanisme pembentukan senyawa volatil serupa juga terjadi pada jenis bawangbawangan lain, hanya saja perbedaan pada gugus alkilnya menyebabkan perbedaan pada dekomposisi dan pembentukan kembali (reorganisasi) komponen selanjutnya. Bawang merah mempunyai komponen flavor utama berupa metil, propil dan (1- propenil) disulfid dan trisulfid. Cis dan trans-(1-propenil) propil disulfid mencirikan aroma bawang merah dan membedakannya dari aroma lain terutama bawang bombay.

Cis dan trans-(1-propenil) propil disulfid terdapat hanya sebesar 10% dalam bawang merah. Lebih dari 40% minyak atsiri (volatil) bawang merah segar terdapat dalam bentuk dimetil dan metil trisulfid. Bawang merah ini juga mempunyai senyawa-senyawa yang menyebabkan mata pedih (lachrymatory factor) namun komponen aktifnya sendiri belum diisolasi.

Komponen-komponen flavor bawang-bawangan disamping memberi cita rasa yang khas juga memberikan berbagai manfaat. Bawang mampu memperbaiki laju penyerapan vitamin B1 karena kemampuan komponen terkandung allisin membentuk suatu senyawa allithiamin dengan vitamin tersebut Secara tradisional bawang juga digunakan sebagai bahan pengawet. Sifat bawang sebagai pengawet ini juga dikaitkan dengan kemampuan allisin dan diallil disulfid sebagai anti mikroba. Suatu kompleks tioglukosida yang dikenal sebagai scordinin diketahui juga mempunyai manfaat sebagai tonik sehingga sering ditambahkan ke berbagai minuman atau makanan penyegar tubuh.

Sejak dulu bawang telah digunakan sebagai rempah-rempah, makanan dan obatobatan di seluruh dunia. Masyarakat India, Mesir dan Cina menganggap bawang sebagai harta makanan dan obat. Pada zamannya Hipocrates menggunakan bawang dalam pengobatan diuretic, pheumonia dan luka bernanah. Sampai sekarangpun, bawang putih masih dipakai dalam pengobatan tradisional pada disentri, typhoid, kolera, TBC dan hipertensi.
Komponen Bioaktif Bawang Putih

Komponen Bioaktif Bawang Putih

Pertanian - Sejak tahun 1930-an telah banyak dilakukan penelitian mengenai fungsi farmakologis dari bawang putih mentah dan berbagai ekstrak maupun produk olahannya. Bawang putih telah dibuktikan memiliki aktifitas anti bakterial, mengatasi virus dan jamur, mempengaruhi penurunan lemak, mengatasi kesalahan kardiovaskular dan beberapa penyakit kanker tertentu. Bawang putih juga diduga memberi keuntungan klinis dalam masalah hipertensi dan stroke. Komponen Bioaktif Bawang Putih.
Komponen Bioaktif Bawang Putih

Menurut Dr. Paavo Airola, seorang peneliti gizi dan pendiri The International Academy of Biological Medecine, seperti dikutip oleh Santoso (1991), telah berhasil ditemukan dan diisolasikan sejumlah komponen aktif dari bawang putih, yaitu sebagai berikut :
Allisin, zat aktif yang mempunyai daya bunuh terhadap bakteri dan daya anti radang
Alliin, suatu asam amino yang bersifat antibiotik.
Gurwithcrays, (sinar gurwich), radiasi mitogenetik yang merangsang pertumbuhan sel tubuh dan mempunyai daya peremajaan (rejuvenating effect) pada semua fungsi tubuh.
Antihemolytic factor, faktor anti lesu darah atau anti kekurangan sel-sel darah merah.
Antiarthritic factor, (faktor antirematik), yang dibuktikan dalam penelitianpenelitian di Jepang, terutama di rumah sakit angkatan darat.
Sugar regulating factor, (faktor pengatur pembakaran gula secara normal efisien dalam tubuh), menunjang untuk pengobatan diabetes.
Allitiamin, suatu sumber ikatan-ikatan biologi yang aktif serta vitamin B1.
Selenium, suatu mikro mineral yang merupakan faktor yang bekerja sebagai antioksidan. Selenium juga mencegah terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah jantung dan otak.
Germanium, seperti selenium, merupakan mineral anti kanker yang ampuh, yang dapat menghambat dan memusnahkan sel-sel kanker dalam tubuh.
Antioksidan, anti racun atau pembersih darah dari racun-racun bakteri ataupun polusi logam-logam berat.
Metilallil trisulfida, mencegah pengentalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah jantung dan otak.

Baca : Khasiat Bawang Putih

Bawang putih terkenal kaya dengan kandungan sulfurnya. Beberapa komponen sulfur penting yang terdapat pada bawang putih adalah : aliin (S-alil sistein trisulfoksida), alisin (dialil tiosulfonat), dialil disulfida, alilpropil disulfida, dialil sulfida, dimetil disulfida, dimetil disulfida, dimetil trisulfida, dipropil disulfida, alil merkaptan, dan ajoene.

Asam amino sistein yang terdapat pada umbi bawang merupakan senyawa penentu komponen bioaktif bawang putih. Sistein yang teralkilasi dan kemudian mengalami oksidasi akan menghasilkan protein aliin (S-2-sistein sulfoksida) atau S-alil-L-sistein sulfoksida. Aliin merupakan prekursor tak berwarna dan tak berbau pada bawang putih, namun bila bawang putih diiris atau dihancurkan maka akan timbul aktifitas suatu enzim yaitu aliinase. Enzim aliinase ini mengkonversi aliin menjadi alisin, senyawa yang memberi bau khas pada bawang putih.

Alisin bersifat sangat tidak stabil, dan di udara bebas akan berubah menjadi dialil disulfida yang merupakan senyawa sekunder penentu aroma bawang putih. Beberapa produk volatil lainnya dari hasil dekomposisi lanjut komponen sulfur pada bawang putih adalah dialil sulfida, dimetil trisulfida, metil alil disulfida, 1-propenil alil disulfida, dimetil sulfida, alil metil disulfida, metil propil disulfida dan viniil ditiin.

Hasil-hasil studi di Jepang telah membuktikan bahwa alisin menghambat agregasi platelet, pelepasan enzim lisosomal dan neutrofil tertimulasi seta gerakan vasomotorik. Alisin dan komponen lain dari bawang putih dilaporkan secara tidak langsung berdampak positif mengatasi metabolisme asam arakidonat, serum kolesterol dan dapat mengatasi infeksi jamur maupun bakteri. Kemampuan antibiotik dari alisin cukup baik, yaitu per miligramya sebanding dengan 15 unit penisilin.
Khasiat Bawang Putih

Khasiat Bawang Putih

Pertanian - Di dalam bawang putih diperkirakan ada dua komponen penting yang menjadi khasiat bawang putih tersebut yaitu, disamping allicin yang bekerja sebagai pemberantas penyakit, tiga kelompok yaitu kelompok pertama yaitu tanpa diberi apa-apa, kelompok kedua diberi vitamin dan kelompok ketiga diberi scordinin. Penilaian diukur dari lama waktu kemampuan berenang tanpa istirahat. Khasiat Bawang Putih.

Khasiat Bawang Putih

Hasilnya ternyata bahwa tikus yang diberi makan scordinin dapat mencapai 3 kali lebih lama berenangnya daripada yang tidak diberi apa-apa. Semakin tinggi kadar scordinin yang dikonsumsi, semakin lama tikus tersebut tahan berenang. Hal ini berarti bahwa scordinin ada sangkut pautnya dengan proses metabolisme tubuh terhadap stamina badan.

Pengaruh scordinin pada kadar kolesterol telah ditest dengan menggunakan kelinci sebagai binatang percobaan selama 50 hari, ternyata scordinin dapat menekan kandungan kolesterol pada kelinci yang diberi makan 1 persen scordinin dibanding dengan yang tidak mengandung scordinin. Disamping itu, scordin dapat menstimulir peningkatan produksi sperma pada kelinci jantan, tentu saja bila ditinjau dari program keluarga berencana tidak beritu menguntungkan.

Baca : Komponen Bioaktif Bawang Putih

Disamping bawang putih, Indonesia masih memiliki lagi puluhan hasi pangan/hortikultura dan hasil laut, berbagai bahan pangan berkhasiat tersebut misalnya kencur, kenikir, beluntas, daun kemangi, bunga turi dan berbagai terung-terungan.

Demikian juga berbagai hasil laut dari kerang sampai bermacam-macam ikan serta ganggang ganggang. Berbagai bahan pangan yang berkhasiat oleh naluri-naluri nenek moyang kita telah ditemukan serta dipraktekkan ratusan tahun lamanya, namun generasi ini lama melupakannya. Maka seharusnya ada senyawa lain yang berfungsi memberikan kekuatan fisik, membangkitkan gairah dari kelesuan, dan perangsang pembentukan tenunan baru, dan hal-hal tersebut tidak mungkin disebabkan oleh satu senyawa anti mikroba aja.

Dalam rangka menelusuri mencari dan menemukan senyawa kedua tersebut, maka Dr. Kominato atas anjuran Dr. Shiga keduanya dari Jepang memulai penelitian yang sulit tersebut. Penelitian tersebut telah memakan waktu puluhan tahun, tetapi akhirnya menghasilkan suatu penemuan yang penting dalam bawang putih yaitu senyawa glukosida, yang berbeda dengan allicin. Senyawa tersebut kemudian dinamakan scordinin. Nama scordinin berasal dari nama botani dari bawang putih : Allium scorodoprasm L. senyawa inilah yang nantinya dapat membuktikan sebagai salah satu penentu khasiat bawang putih.

Scordinin ternyata bereaksi dan bekerja sebagai enzim oksidoreduktasi. Senyawa tersebut juga bertindak sebagai enzim pendorong pertumbuhan yang efektif dalam proses perkecambahan dan pengeluaran akar. Pengaruh fisiologis dari scordinin terhadap mahluk hidup telah dicoba pada anak tikus percobaan usia muda untuk jangka waktu 55 hari. Ternyata tikus-tikus tersebut, baik yang telah menerima scordinin kasar maupun murni melalui makanan maupun suntikan di bawah kulit mampu menunjukkan laju kenaikan berat jauh lebih tinggi dibanding yang tidak diberi acordinin.
Botani dan Komposisi Bawang Putih | Budidaya Pertanian Bawang

Botani dan Komposisi Bawang Putih | Budidaya Pertanian Bawang

Pertanian - Tanaman bawang putih dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 700-100 meter di atas permukaan laut. Suhu lingkungan yang paling sesuai adalah 15 – 25 Derajat Celsius, namun tanaman ini masih dapat tumbuh pada suhu 27-30 derajat Celsius. Tanaman bawang putih ini merupakan tanaman semusim, berbentuk rumput dengan tunas-tunas batang berubah bentuk menjadi umbi kecil atau umbi lapis. Umbi pada bawang putih merupakan batang semu yang berfungsi sebagai tempat penyimpan makanan cadangan dan berada di atas discus. Umbi bawang putih terdiri dari beberapa siung. Siung-siung ini dibungkus selaput tipis yang berlapis dan mengumpul, sehingga umbi seolah olah tampak besar. Botani dan Komposisi Bawang Putih | Budidaya Pertanian Bawang
Botani dan Komposisi Bawang Putih | Budidaya Pertanian Bawang
Bawang Putih
Bawang putih merupakan tanaman yang tumbuh tegak dengan tinggi dapat mencapai 30-60 m dan membentuk rumpun sebagaimana warga kelompok monokotil, sistem perakarannyaa tidak berupa akar tunggang, melainkan akar erabut yang tidak panjang. Dengan perakaran yang demikian bawang putih tidak tahan terhadap kekeringan. Akar bawang putih mempunyai panjang maksimum sekitar 10 cm.

Daunnya panjang, pipih dan agak melipat ke dalam arah membujur. Banyaknya daun 7-10 helai per tanaman. Kelopak-kelopak daunnya meskipun tipis tetapi kuat dan membungkus kelopak-kelopak daun di dalamnya yang lebih muda sehingga membentuk batang semu.

Bagian dasar siung/umbi pada hakikatnya adalah batang pokok tidak sempurna/rudimeter. Dari batang ini muncul akar-akar serabut mempunyai akar pengisap makanan semata dan bukan pencari air dalam tanah.

Tanaman bawang putih diduga berasal dari Cina, kemudian menyebar ke daerah laut tengah, dan beberapa negara di dunia. Budidaya bawang putih telah ada sejak abad ke 16, dan kini sentra primer dari tanaman ini adalah Cina, India, Asia Tengah, Timer Dekat, Mediterania, Meksiko Selatan, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman bawang putih diduga masuk ke wilayah Indonesia pada abad ke 19, bersamaan dengan arus lalulintas pedagangan antar negara ke Indonesia, terutama dari pedagang Cina dan India.

Nilai gizi bawang putih bervariasi berdasarkan jenis dan bagian bawang yang dimakan. Nilai gizi bawang putih juga ditentukan oleh kondisi pertumbuhan, waktu panen dan cara pengolahannya

Secara taksonomi, klasifikasi tanaman bawang putih adalah sebagai berikut :
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Klas : Monocotyledone
Ordo : Lili
Familia : Liliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium sativum

Komposisi kandungan zat gizi dalam 100 gram bawang putih (Allium sativum)
Komposisi kandungan zat gizi dalam 100 gram bawang putih
Sumber : Tindall (1986)
Sedangkan menurut Direktorat Gizi, Depkes RI, kandungan gizi umbi bawang putih terdiri dari zat organik : protein, lemak dan karbohidrat, di samping mengandung zat-zat hara : kalsium, vitamin dan belerang. Secara rinci kadar gizi umbi bawang putih dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.

Kadar zat gizi umbi bawang putih per 100 gram
Kadar zat gizi umbi bawang putih per 100 gram
Sumber : Direktorat Gizi Dep Kes RI, 1992
Umbi bawang putih juga mengandung asam amino yang disebut alliin. Bila alliin ini mendapat pengaruh enzim alliinase, alliin dapat berubah menjadi allisin. Allisin terdiri dari beberapa jenis sulfida, dan yang paling banyak adalah allil sulfida. Bila allisin bertemu dengan vitamin B1 akan membentuk ikatan allitiamin

Botani dan Komposisi Bawang Merah | Budidaya Pertanian Bawang

Botani dan Komposisi Bawang Merah | Budidaya Pertanian Bawang

Pertanian - Bawang merah merupakan jenis bawang yang paling banyak pemakaiannya. Karena kuantitas pemakaian umbi bawang merah ini sangat besar maka tanaman bawang merah banyak diusahakan di seluruh Indonesia. Karena kuantitas konsumsi bawang merah yang juga sangat besar maka umbi bawang merah ini potensial untuk dikembangkan sebagai “health food suplement”. Botani dan Komposisi Bawang Merah | Budidaya Pertanian Bawang.

Botani dan Komposisi Bawang Merah - Budidaya Pertanian Bawang
Bawang Merah
Bawang merah mempunyai daun agak bulat, lurus memanjang, berlubang pada bagian tengahnya seperti pipa dan memiliki umbi yang tersusun atas lapisan-lapisan pelepah daun yang bervariasi bentuk, ukuran dan warnanya untuk masing-masing varietasnya.

Tanaman bawang merah sebenarnya merupakan tanaman semusim. Tanaman bawang merah dapat ditanam sepanjang tahun asalkan ditanam di dataran rendah yang suhunya ± 30 C dan dilakukan pemeliharaan secara teratur. Sedangkan waktu tanam yang baik yaitu pada musim kemarau antara Mei-Juni. Bawang merah mampu tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 800 meter dari permukaan laut. Bawang merah membutuhkan iklim yang kering, tanah yang subur, tanah lempung campur pasir dan gembur yang mampu meneruskan air.

Selama persiapan penanaman, tanah ini selanjutnya dibuat bedengan-bedengan selebar 1-1.25 m dan tinggi 30 cm dengan selokan diantara bedengan dan selokan sekeliling petak. Panjang bedengan dan selokan tergantung pada luas tanah. Penanaman bibit baru dilakukan pada akhir musim hujan atau menjelang akhir musim kemarau.

Pemeliharaan tanaman yang dilakukan meliputi penyiraman, penyiangan, pendangiran dan pemupukan. Tanaman bawang merah yang baik tumbuh secara merata pada keseluruhan petak dengan daun yang berwarna hijau tua kebiruan. Tanaman bawang merah dapat dipanen setelah berumur 60 hari. Bawang merah siap dipanen pada pada saat daun mulai menguning kemudian melayu dan umbi mulai menguning. Pemungutan umbi tanaman dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman dari tanah atau membongkar tanah itu sama sekali. Bawang merah ini selanjutnya diperam selama 1 – 2 hari, kemudian dijemur dan diikat. Umbi dengan daun yang sudah kering dapat disimpan ditempat yang teduh dan kering untuk waktu yang lama.

Bawang merah merupakan tanaman famili Liliaceae yang terdiri dari lebih dari 500 spesies. Komponen sulfur yang paling banyak terkandung dalam tanaman bawang adalah dari kelompok allyl, sehingga bawang dinamakan Allium. Diduga tanaman ini berasal dari Asia Tengah, Barat dan Mediterania yang kemudian diusahakan secara luas di daerah-daerah Asia yang beriklim tropis. Bawang merah termasuk jenis bawang yang paling banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia selain bawang putih. Bawang merah juga merupakan salah satu jenis bawang yang paling aman dikonsumsi masyarakat luas.

Kondisi pertumbuhan, waktu panen, penyimpanan dan pengolahan merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kandungan gizi bawang. Kandungan gizi dari bawang merah serta bagian yang dapat makan dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.

Kandungan zat gizi Allium cepa var. aggregatum per 100 g bagian yang dapat dimakan.
Kandungan gizi dari bawang merah serta bagian yang dapat makan